Slogan

Pro :

Nusantara Jaya

Nusantara Jaya

Rabu, 27 Oktober 2010

MENGENAL TENTARA NASIONAL INDONESIA


SIAPA TNI ITU ?
Tentara Nasional Indonesia terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat,TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Laksamana TNI Agus Suhartono.
Dalam sejarahnya, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Gabungan ini disebut ABRI(Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang menggunakan slogan "Catur Dharma Eka Karma" disingkat "CADEK". Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004.
Seiring berjalannya era reformasi di Indonesia, TNI mengalami proses reformasi internal yang signifikan. Di antaranya adalah perubahandoktrin "Catur" menjadi "Tri" setelah terpisahnyaPOLRI dari ABRI. Berdasarkan Surat KeputusanPanglima TNI nomor Kep/21/I/2007, pada tanggal 12 Januari 2007, doktrin TNI ditetapkan menjadi "Tri Dharma Eka Karma", disingkat "TRIDEK". [1]
Tahun 2009, jumlah personil TNI adalah sebanyak 432.129 personil.


SEJARAH TNI :



Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan olehPresiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.
BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.
Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada24 Januari 1946, dirubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.
Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadiTentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

JATI DIRI TNI :


Tentara Nasional Indonesia
Sesuai UU TNI pasal 2, jati diri Tentara Nasional Indonesia adalah:
  1. Tentara Rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia
  2. Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya
  3. Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama
  4. Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakanpolitik negara yang menganut prinsip demokrasisupremasi sipilhak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi

TUGAS TNI :
Sesuai UU TNI Pasal 7 ayat (1), Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkanPancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:
  1. operasi militer untuk perang
  2. operasi militer selain perang, yaitu untuk:
    1. mengatasi gerakan separatis bersenjata
    2. mengatasi pemberontakan bersenjata
    3. mengatasi aksi terorisme
    4. mengamankan wilayah perbatasan
    5. mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis
    6. melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri
    7. mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
    8. memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta
    9. membantu tugas pemerintahan di daerah
    10. membantu Kepolisian Negara Republik Indonesiadalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang
    11. membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asingyang sedang berada di Indonesia
    12. membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan
    13. membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)
    14. membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.
Kemudian ayat (3) berbunyi Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Kekuatan Bersenjata Indonesia

Berikut adalah data mengenai kekuatan angkatan bersenjata Indonesia tahun 2009:
Jumlah prajurit:432.129 personil
TNI Angkatan DaratTNI Angkatan LautTNI Angkatan Udara
Jumlah prajurit: 328.517Jumlah prajurit: 74.963Jumlah prajurit: 34.930
Kekuatan Terpusat


Kekuatan Kewilayahan
  • Komando Daerah Militer: 11
  • Komando Resor Militer: 39
  • Komando Distrik Militer: 267
  • Batalion: 96


Kekuatan Badan Pelaksana Pusat
  • Resimen Zeni Konstruksi: 1
  • Skuadron Penerbang TNI AD: 2
  • Lima batalion lain
Sistem Senjata Armada Terpadu


Kekuatan Kewilayahan
  • Armada Barat
  • Armada Timur
  • Pangkalan Utama Angkatan Laut:
    • Kelas A: 7
    • Kelas B: 24
    • Kelas C: 19
    • Kelas khusus: 3
Skuadron Udara
  • Skuadron tempur: 7
  • Skuadron angkut: 5
  • Skuadron intai: 1
  • Skuadron helikopter: 3
  • Skuadron latih: 2


Pangkalan Udara
  • Pangkalan udara: 41
  • Detasemen: 8
  • Pos angkatan udara: 80


Pasukan Khas
  • 3 wing
  • 17 satuan radar pertahanan udara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAFSIR AL-QUR'AN

O.SurahMakkiyah / MadaniyahJumlah AyatRecitation
1.Al-Fatihah (Pembukaan)Makkiyah7
2.Al-Baqarah (Sapi Betina)Madaniyyah286
3.Ali Imran (Keluarga 'Imran)Madaniyyah200
4.An-Nisaa (Wanita)Madaniyyah176
5.Al-Maidah (Hidangan)Madaniyyah120
6.Al-An'am (Binatang Ternak)Makkiyah165
7.Al-A'raf (Tempat Tertinggi)Makkiyah206
8.Al-Anfaal (Rampasan Perang)Madaniyyah75
9.At-Taubah (Pengampunan)Madaniyyah129
10.Yunus (Yunus)Makkiyah109
11.Huud (Hud)Makkiyah123
12.Yusuf (Yusuf)Makkiyah111
13.Ar-Ra'd (Petir)Madaniyyah43
14.Ibrahim (Ibrahim)Makkiyah52
15.Al-Hijr (Al Hijr)Makkiyah99
16.An-Nahl (Lebah)Makkiyah128
17.Al-Israa' (Memperjalankan di Malam Hari)Makkiyah111
18.Al-Kahfi (Goa)Makkiyah110
19.Maryam (Maryam)Makkiyah98
20.Thaahaa (Thaa Haa)Makkiyah135
21.Al-Anbiyaa (Nabi-nabi)Makkiyah112
22.Al-Hajj (Haji)Madaniyyah78
23.Al-Mu'minuun (Orang-orang yang Beriman)Makkiyah118
24.An-Nuur (Cahaya)Madaniyyah64
25.Al-Furqaan (Pembeda)Makkiyah77
26.Asy-Syu'araa (Para Penyair)Makkiyah227
27.An-Naml (Semut)Makkiyah93
28.Al-Qashash (Kisah-kisah)Makkiyah88
29.Al-'Ankabuut (Laba-laba)Makkiyah69
30.Ar-Ruum (Bangsa Romawi)Makkiyah60
31.Luqman (Luqman)Makkiyah34
32.As-Sajdah (Sujud)Makkiyah30
33.Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu)Madaniyyah73
34.Saba' (Kaum Saba')Makkiyah54
35.Faathir (Pencipta)Makkiyah45
36.Yaa Siin (Yaa Siin)Makkiyah83
37.Ash-Shaaffat (Yang bershaf-shaf)Makkiyah182
38.Shaad (Shaad)Makkiyah88
39.Az-Zumar (Rombongan-rombongan)Makkiyah75
40.Al-Mu'min (Orang yang Beriman)Makkiyah85
41.Fushshilat ((Kitab) yang dijelaskan)Makkiyah54
42.Asy-Syuura (Musyawarah)Makkiyah53
43.Az-Zukhruf (Perhiasan)Makkiyah89
44.Ad-Dukhaan (Kabut)Makkiyah59
45.Al-Jaatsiyah (Yang Berlutut)Makkiyah37
46.Al-Ahqaaf (Bukit-bukit Pasir)Makkiyah35
47.Muhammad (Nabi Muhammad S.A.W.)Madaniyyah38
48.Al-Fat-h (Kemenangan)Madaniyyah29
49.Al-Hujuraat (Kamar-kamar)Madaniyyah18
50.Qaaf (Qaaf)Makkiyah45
51.Adz-Dzaariyat (Angin yang Menerbangkan)Makkiyah60
52.Ath-Thuur (Bukit)Makkiyah49
53.An-Najm (Bintang)Makkiyah62
54.Al-Qamar (Bulan)Makkiyah55
55.Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah)Madaniyyah78
56.Al-Waaqi'ah (Hari Kiamat)Makkiyah96
57.Al-Hadiid (Besi)Madaniyyah29
58.Al-Mujaadilah (Wanita yang Mengajukan Gugatan)Madaniyyah22
59.Al-Hasyr (Pengusiran)Madaniyyah24
60.Al-Mumtahanah (Perempuan yang Diuji)Madaniyyah13
61.Ash-Shaff (Barisan)Madaniyyah14
62.Al-Jumuah (Hari Jum'at)Madaniyyah11
63.Al-Munaafiqun (Orang-orang Munafik)Madaniyyah11
64.At-Taghaabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-kesalahan)Madaniyyah18
65.Ath-Thalaaq (Talak)Madaniyyah12
66.At-Tahriim (Mengharamkan)Madaniyyah12
67.Al-Mulk (Kerajaan)Makkiyah30
68.Al-Qalam (Kalam (Pena))Makkiyah52
69.Al-Haaqqah (Hari Kiamat)Makkiyah52
70.Al-Ma'aarij (Tempat-tempat Naik)Makkiyah44
71.Nuh (Nabi Nuh)Makkiyah28
72.Al-Jin (Jin)Makkiyah28
73.Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut)Makkiyah20
74.Al-Muddatstsir (Orang yang Berkemul)Makkiyah56
75.Al-Qiyaamah (Hari Kiamat)Makkiyah40
76.Al-Insaan (Manusia)Madaniyyah31
77.Al-Mursalaat (Malaikat yang Diutus)Makkiyah50
78.An-Naba' (Berita Besar)Makkiyah40
79.An-Naazi'aat (Malaikat-malaikat yang Mencabut (Nyawa))Makkiyah46
80.'Abasa (Ia Bermuka Masam)Makkiyah42
81.At-Takwiir (Menggulung)Makkiyah29
82.Al-Infithaar (Terbelah)Makkiyah19
83.Al-Muthaffif (Orang-orang yang Curang)Makkiyah36
84.Al-Insyiqaaq (Terbelah)Makkiyah25
85.Al-Buruuj (Gugusan Bintang)Makkiyah22
86.Ath-Thaariq (Yang Datang di Malam Hari)Makkiyah17
87.Al-A'laa (Yang Paling Tinggi)Makkiyah19
88.Al-Ghaasyiyah (Hari Pembalasan)Makkiyah26
89.Al-Fajr (Fajar)Makkiyah30
90.Al-Balad (Negeri)Makkiyah20
91.Asy-Syams (Matahari)Makkiyah15
92.Al-Lail (Malam)Makkiyah21
93.Adh-Dhuhaa (Waktu Matahari Sepenggalah Naik)Makkiyah11
94.Alam Nasyrah (Melapangkan)Makkiyah8
95.At-Tiin (Buah Tin)Makkiyah8
96.Al-'Alaq (Segumpal Darah)Makkiyah19
97.Al-Qadr (Kemuliaan)Makkiyah5
98.Al-Bayyinah (Bukti)Madaniyyah8
99.Az-Zalzalah (Kegoncangan)Madaniyyah8
100.Al-'Aadiyaat (Kuda Perang)Makkiyah11
101.Al-Qaari'ah (Hari Kiamat)Makkiyah11
102.At-Takaatsur (Bermewah-mewahan)Makkiyah8
103.Al-'Ashr (Masa)Makkiyah3
104.Al-Humazah (Pengumpat)Makkiyah9
105.Al-Fiil (Gajah)Makkiyah5
106.Quraisy (Suku Quraisy)Makkiyah4
107.Al-Maa'uun (Barang-barang yang Berguna)Makkiyah7
108.Al-Kautsar (Nikmat yang Banyak)Makkiyah3
109.Al-Kaafiruun (Orang-orang Kafir)Makkiyah6
110.An-Nashr (Pertolongan)Madaniyyah3
111.Al-Lahab (Gejolak Api)Makkiyah5
112.Al-Ikhlash (Memurnikan Ke-esaan Allah)Makkiyah4
113.Al-Falaq (Waktu Subuh)Makkiyah5
114.An-Naas (Manusia)Makkiyah6